Pages

Labels

Banner


Translate This Blog - 翻译此博客

Chinese Simplified English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Wednesday, November 9, 2011

Tari Likurai - NTT

Tarian Tradisional LIKURAI
Ketika Kita Membuka Lembaran Sejarah Yang Tercatat Tentang Sebuah Kaum Atau Wilayah, Tidak Jarang Yang Mendominasinya Adalah Warna Peperangan. Perang Sering Sekali Menjadi Sebuah Jalan Keluar Penyelesaian Dari Sebuah Persoalan Atau Keinginan. Tidak Jarang Kita Mendapatkan Catatan Yang Menceriterakan Riwayat Sebuah Perang Yang Disebabkan Gagalnya Sebuah Proses Perkawinan Atau Hanya Sekedar Upaya Perluasan Wilayah.

Di Kabupaten Belu, Atambua, Hal Ini Juga Kerap Terjadi Dimasa Lampau. Dan Hal Ini Ternyata Meninggalkan Warisan Berupa Sebuah Tarian Tradisional, Yaitu Tarian LIKURAI. Tarian Likurai Ini, Adalah Sebuah Tarian Tradisional Masyarakat Kabupaten Belu Yang Ditarikan Oleh Para Gadis Atau Kaum Wanitanya Dan Para Ibu Ketika Menyambut Kedatangan Para Pahlawan Mereka Yang Pulang Dari Peperangan.

Tarian Likurai Ini, Sering Juga Dipakai Sebagai Sebuah Tarian Adat Yang Ditarikan Ketika Menyambut Kedatangan Para Tamu Terhormat Yang Datang Atau Berkunjung Didalam Wilayah Masyarakat Setempat. Menggambarkan Sebuah Penghormatan Yang Diberikan Dalam Menyambut Kedatangan Para Tamu Tadi.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...